Waterproofing

Waterproofing

Waterproofing merupakan bahan pelapis yang kedap air, waterproofing ini dapat diaplikasikan pada area bidang tegak lurus, area datar atau miring dan area yang sering tergenang air.

Keuntungan finishing rumah dengan waterproofing:

  •  Akan meningkatkan nilai bangunan / properti aman dari kata bocor dan rembes, yang akan mengganggu estetika bangunan
  • Menjaga kekuatan struktur pondasi bangunan, pengaruh air dalan jangka panjang juga akan berpengaruh terhadap struktur.
  • Memperpanjang umur bangunan, bangunan menjadi awet karena air yang jatuh langsung dapat mengalir dan terbuang dengan baik.
  • —Menciptakan bangunan yang tidak lembab dan berjamur, lembab akan menyebabkan bau yang tidak enak dan mudah menimbulkan penyakit karena jamur akan leluasa berkembang biak.

Waterproofing terdapat 4 jenis, yaitu :

  1. Waterproofing Waterbase – cairan (liquid)
  2. Waterproofing semen base
  3. Waterproofing Rubber Bitument
  4. Waterproofing Membrane Bakar (lembaran yang berbahan dasar bitumen yang dipadu dengan polyethilene)

Waterproofing Waterbase – Cairan (Liquid)

Waterproofing Waterbase – Cairan (Liquid) berbahan cair cocok untuk diaplikasikan pada dinding luar, karpusan genteng, dak beton ataupun area lain yang tidak tergenang air

Prosedur sebelum pelaksanaan aplikasi waterproofing waterbase – cairan (liquid) :

  1. —  Ratakan lantai dengan trowel
  2. —  Untuk Roof yang datar, gunakan sloping / kemiringan ± 2% untuk memperlancar jalannya air
  3. —  Permukaan yang akan dicoating harus bersih dari dari debu, minyak / oli, dll
  4. —  Untuk dinding baru, bersihkan permukaan dinding dari sisa kotoran semen dengan menggunakan kapi, sedangkan untuk Re-Coating lakukan pembersihan sisa cat dengan cara dikerok atau diamplas
  5. —  Jika terdapat retak rambut atau lubang, terlebih dahulu lakukan penambalan

Pelaksanaan aplikasi waterproofing waterbase – cairan (liquid) :

  1. —  Persiapan
  2. —  Pembersihan
  3. —  Lapisan I : Primer; berfungsi sebagai perekat media dengan waterproofing
  4. —  Lapisan II : Finishing; lakukan 2 x coating agar didapat hasil yang maximal

Ilustrasi :

Waterproofing Semen Base

Waterproofing Semen Base berbahan dasar semen sesuai untuk diaplikasikan pada bangunan yang berada dalam kondisi terendam air terus menerus misalnya lantai kolam renang, kamar mandi, bak penampung air, kolam ikan dan pancuran.

Prosedur sebelum pelaksanaan aplikasi waterproofing semen base :

  1. Seluruh permukaan yang akan diapplikasi harus bersih dari segala macam kotoran seperti debu, olie/minyak, dll
  2. Keringkan seluruh permukaan yang akan diapplikasi
  3. Apabila terdapat crack / lubang lakukan penambalan (repair Concrete)
  4. Disarankan pada applikasi konsumsi material ± 1.5-2 kg / m2

Pelaksanaan aplikasi waterproofing waterproofing semen base :

  1. —Persiapan
  2. —Pembersihan area
  3. —Primer, guna melekatkan media dengan waterproofing
  4. Finishing, lakukan sebanyak 2 x agar didapat hasil yang maximal. Konsumsi material yang disarankan 1.5 – 2 kg / m2
  5. Untuk applikasi pada kamar mandi / Toilet, Area yang perlu diwaterproofing adalah lantai dan dinding setinggi 1 meter dari lantai, setelah itu baru dilakukan pemasangan keramik
  6. Untuk kolam renang / tandon area yang diapplikasi adalah seluruh permukaan lantai dan dinding, setelah itu baru dilakukan pemasangan keramik

Ilustrasi :

Waterproofing Bitument

Waterproofing Bitument merupakan emulsi bitumen non fibre dengan formula khusus yang membentuk lapisan waterproofing tahan lama yang tidak menggelembung (no blistering) dan melekat dengan sangat baik pada hampir semua permukaan (dak beton, karpusan, kayu, talang dan dinding)

Prosedur sebelum pelaksanaan aplikasi waterproofing bitumente :

  • membersihkan permukaan yang akan diapplikasikan dari debu dan berbagai kotoran agar lapisan 1 dapat meresap ke pori-pori.

 

Pelaksanaan aplikasi waterproofing waterproofing bitument :

  1. Lapisan I : Oleskan bitumen yang telah dicampur air (1:1) secara merata ke seluruh permukaan, tunggu hingga mengering
  2. Lapisan II : Oleskan bitumen murni tanpa campuran
  3. —Lapisan III : Oleskan bitumen murni yang bersilangan arah dengan lapisan kedua
  4. —Jika ingin diberi keramik / acian pada dak beton maka taburkan pasir merata diatas bitumen lapisan ke-3 sebelum bitumen mengering, setelah itu baru lakukan proses plesteran / acian untuk pemasangan keramik

Ilustrasi :

Waterproofing Membrane Bakar

Waterproofing Membrane Bakar merupakan lapisan kedap air bentuk lembaran atau membrane yang terdiri dari lapisan Polyethelene High Density berlapis silang (cross laminated).

Syarat permukaan beton yang akan dilapisi Waterproofing Membrane Bakar :

  1. Halus, rata, terbebas dari tonjolan-tonjolan tajam dan rongga maximum 0.1 cm
  2. Bersih dari segala debu, batuan kecil dan minyak
  3. Beton minimal harus berumur 7 hari dan dalam kondisi kering (tidak ada air terlihat dipermukaan beton). Khususnya untuk permukaan yang lembab dapat dikeringkan dengan menggunakan kompor gas
  4. Waterproofing membrane tidak boleh dipasang pada suhu dibawah 5 derajad celcius

 

Pelaksanaan Aplikasi Waterproofing Membrane Bakar :

Primer

  1. Halus, rata, terbebas dari tonjolan-tonjolan tajam dan rongga maximum 0.1 cm
  2. Bersih dari segala debu, batuan kecil dan minyak
  3. Beton minimal harus berumur 7 hari dan dalam kondisi kering (tidak ada air terlihat dipermukaan beton). Khususnya untuk permukaan yang lembab dapat dikeringkan dengan menggunakan kompor gas
  4. Waterproofing membrane tidak boleh dipasang pada suhu dibawah 5 derajad celcius

Pemasangan Membrane

  1. Setelah primer kering, barulah pemasangan membrane bisa segera dilakukan. Pada bidang horizontal harus dipasang sesuai dengan kemiringan bidang permukaan dari titik terendah sampai titik tertinggi dengan overlap 10 % yang selanjutnya permukaan harus di screeding (perlindungan terhadap membrane)
  2. Untuk bidang vertikal. Membrane dipasang vertikal memanjang dengan panjang maximum 2.5 m (misal, tinggi dinding basement 3 m, maka tinggi membrane yang boleh sekaligus dipasang adalam maximal 2.5 m dan kemudian overlape 0.5 m)
  3. Pemasangan membrane pada daerah dinding, bila tidak dipasang sampai pada titik tertinggi dinding, maka harus dibuatkan Grove dengan ukuran 20 x 20 mm atau dengan bentuk V. Instalasi waterproofing pada akhir instalasi dimasukkan Grove.
  4. Waterproofing pada dinding harus lebih tinggi 20 cm dari elevasi ukuran tanah, apabila dinding tidah diwaterproofing seluruhnya.

Ilustrasi :

Pengaplikasian Waterproof di lapangan :